BRMP Sumbar Dampingi Pelaksanaan Kegiatan Strategis Kementan dan Sosialisasikan E-Banper di Mentawai
Tuapejat (12-13/09). Dalam rangka mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, BRMP Sumatera Barat lakukan pendampingan progres kegiatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai pada 12–13 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di wilayah Pulau Sipora ini turut melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang bertugas di Kepulauan Mentawai.
Pendampingan dilakukan melalui diskusi terkait budidaya tanaman padi guna melihat kondisi lahan sawah dan tantangan yang dihadapi masyarakat. Pada lahan sawah milik kelompok tani Cimalece yang berada di Desa Bosua, telah ditanam padi varietas cisokan seluas 6 hektar. Namun mengingat komoditas padi belum menjadi pangan utama di Kepulauan Mentawai, petani setempat masih menemukan permasalahan teknis seperti serangan HPT dan pengairan yang belum teratasi dengan optimal. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan tanaman pangan di wilayah Kepulauan Mentawai kedepannya.
Tim BRMP Sumatera Barat juga melakukan uji hara tanah pada lahan jagung untuk mengetahui kondisi kesuburan tanah dan membantu menentukan kebutuhan pemupukan sesuai kondisi lahan. Pada peternakan ayam, pendampingan diarahkan terkait budidaya, kendala yang dihadapi, serta peluang pengembangannya. Potensi pengembangan ayam di Kepulauan Mentawai cukup terbuka karena kebutuhan pangan asal ayam di wilayah ini masih banyak dipenuhi melalui pasokan dari luar daerah.
BRMP Sumatera Barat turut menyosialisasikan pembaruan sistem e-Banper kepada PPL di Kepulauan Mentawai untuk menyamakan persepsi mengenai penyesuaian mekanisme pengusulan bantuan pemerintah. Pemahaman yang sama diharapkan dapat mendukung proses pengusulan dan penyaluran bantuan secara tertib, tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Melalui pendampingan dan penguatan koordinasi bersama PPL, BRMP Sumatera Barat terus mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian agar berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan pertanian di Kepulauan Mentawai.